Wakaf Tunai, Wakaf Zaman Now

6:18 PM
Wakaf Tunai, Wakaf Zaman Now - “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui . Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati[262].” (QS Al-Baqarah : 261-262)

Wakaf Tunai, Wakaf Zaman Now
Wakaf Tunai, Wakaf Zaman Now


Wakaf tunai adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang dan lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai. Juga termasuk ke dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga, seperti saham, cek dan lainnya. Wakaf tunai ini meliputi uang, Emas dan perak batangan, Dinar dan dirham, Perhiasan emas dan perak. Besar wakaf berupa nilai konversi ke rupiah pada waktu diserahkan.

Rumah Wakaf Indonesia, dengan tagline ‘Anda Wakafkan, Kami Produktifkan’ menjadi pilihan terbaik untuk memudahkan Muwakif dalam berwakaf.  Wakaf tunai di sini dimaknai pola pembayarannya dengan uang dan diwujudkan menjadi sejumlah program konkret selain uang. Wakaf tunai yang terhimpun digabungkan untuk diinvestasikan pada sebuah aset produktif yang ditetapkan oleh pengelola. Keuntungan atas aset produktif tersebut kemudian akan didayagunakan untuk Wakaf Produktif, Wakaf Charity dan Maukuf Alaih.



Pandangan Ulama Mengenai Wakaf Tunai

Imam al-Bukhari (wafat tahun 256 H) mengungkapkan bahwa Imam az-Zuhri berpendapat dinar dan dirham boleh diwakafkan. Caranya dengan menjadikan dinar dan dirham itu sebagai modal usaha (dagang), kemudian menyalurkan keuntungannya sebagai wakaf.



Wakaf Tunai, Wakaf Zaman Now

Melihat perkembangan sistem perekonomian yang berkembang sekarang, sangat mungkin untuk melaksanakan wakaf tunai. Misalnya uang yang diwakafkan itu dijadikan modal usaha seperti yang dikatakan oleh mazhab Hanafi, atau diinvestasikan dalam wujud saham di perusahaan yang tepercaya, atau didepositokan di perbankan syariah, dan keuntungannya dapat disalurkan sebagai hasil wakaf.

Wakaf tunai yang diinvestasikan dalam wujud saham atau deposito. Wujud atau lebih tepatnya nilai uang tetap terpelihara dan menghasilkan keuntungan dalam jangka waktu lama. Kebolehan wakaf tunai ini telah ditetapkan pada konferensi ke-15, Majma al-Fiqh al-Islami OKI, no: 140, di Mascot, Oman, pada tanggal 14-19 Muharram 1425 H/ 6-11 Maret 2004 M.

Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan fatwa kebolehan wakaf tunai pada tanggal 11 Mei 2002. Wakaf tunai juga sudah dituangkan dalam Peraturan Menteri Agama no.4/2009 dan undang-undang nomor 41 tahun 2004 diatur dalam pasal 28 sampai pasal 31. Jadi, jangan ragu untuk menjadikan wakaf tunai sebagai salah satu pilihan untuk berwakaf.

Sumber : diambil dari berbagai sumber

(Bisnis Online itu Mudah)

Artikel Terkait

Previous
Next Post »