Pembuatan Maket 3D

9:03 PM
Pembuatan Maket 3D - Alhamdulillah di bulan Februari 2017, ini ada mainan baru yang bisa kami, khususnya saya, dalam menjual produk properti. Mainan baru ini adalah Pembuatan Maket 3D.

Pembuatan Maket
Contoh Pembuatan Maket
Apa itu Maket?

Sudah tahu maket 3D kan? Kalau belum tahu, maket adalah tambahan atas rancangan arsitektur dan sebagai cara utama untuk menyampaikan ide dan menggambar tata ruang. Pembuatan maket bertujuan untuk menguji kualitas rancangan arsitek atau pengembang dalam skala kecil dan membantu perancang dalam mengembangkan sentuhan atas ruang, estetika, dan bahan. Biasanya, sebuah maket juga membantu para perancang untuk mendemostrasikan bakat dan kualitas mereka dalam hal ide dan proyek.


Selain itu, maket juga dapat menjadi sebuah alat kontrol untuk menilai sebuah gedung sebelum dibangun. Maket yang sederhana disebut "model kerja" (working model) memungkinkan perancang untuk mendapatkan solusi dan mencoba ide, ide yang tidak dapat dibuat maket.

Pembuatan Maket 3D

Pembuatan maket 3D yang layak untuk dipresentasikan menandai selesainya suatu proses perancang dan membutuhkan suatu upaya yang besar dalam membangun maket tersebut agar tampak sempurna.

Sebuah maket tidak lebih dan tidak kurang adalah sesuatu yang abstrak, gambar miniatur dari sesuatu yang sesungguhnya yang dipertaruhkan bukan penggambaran yang tepat dari suatu realitas, tetapi proses dari penyederhanaan untuk mendapatkan bentuk absiran yang telah ditentukan.

Pembuatan Maket

Pembuatan Maket 3D mengandung segi karakter seperti lubang, proyeksi, jendela, dan rancangan atap. Dalam bentuk yang abstrak ini, area lokasi-landscape dalam skala kecil disederhanakan dan di ilustrasikan dengan bahan yang telah dipilih sebagai dataran rata. jika landscape berlereng, hal ini dapat di maketkan dengan lapisan horizontal yang ditumpuk di atas yang lain.

Pembuatan Maket 3D  juga mempunyai beberapa jenis atau macam diantaranya :
  1. Maket arsitektur/gedung (skala 1:200, 1:100, 1:50)
  2. Maket interior (skala 1:20, 1:10, 1:5, 1:1)
  3. Maket terperinci (skala 1:20, 1:10, 1:5, 1:1)
Sejarah Pembuatan Maket 3D

Pada masa kerajaan mesir dan yunani romawi, pembuatan maket 3D arsitektural terutama sebagai simbol. Di abad pertengahan, pembuatan maket berguna sebagai sarana untuk mendapatkan dukungan dari para hartawan dalam pembangunan.. Kemudian pendidikan arsitektur di dominasi oleh sekolah seni beux, maka hampir semua maket digantikan seluruhnya oleh gambar.

Namun di akhir tahun 1800-an, arsitek-arsitek seperti antonio gaudi mulai menggunakan maket sebagai sarana untuk mengeksplorasi ide-ide struktural. Pada pergantian abad, benih-benih arsitektur modern mulai mengakar.

Pada tahun 1920-an dan 1930-an, sekolah-sekolah arsitek seperti le corbusier mengangkat penggunaan maket kembali sebagai sebuah kompopnen pendidikan dan praktek arsitektur karena gambar dianggap membatasi metode eksplorasi.


Tahun 1950-an, modernisme dengan menterjemahkan desain-desain yang sederhana (kubus, silinder, dll). Di awal tahun 1990-an peranan maket kembali ditantang oleh sebuah perkembangan teknologi. pada titik ini ada anggapan bahwa program-program CAD dan pemodelan 3D dapat menggantikan simulasi digital untuk segala situasi. Media digital memang terbukti memberikan keuntungan positif, namun ben damon, seorang arsitek pada morfosis (biro yang merintis pembuatan prototipe singkat) membuat pernyataan. "model-model fisik tidak akan pernah tergantikan". komentar serupa disampaikan oleh james glymph "akan merupakan sebuah kesalahan serius jika kita berfikir bahwa itu dapat menggantikan maket".

Fungsi Pembuatan Maket 3D

Adapun fungsi maket 3D sebagai berikut
  • Pengenalan bentuk geometri
  • Melatih konsentrasi
  • Memperkuat fungsi brosur dan iklan sebagai media informasi pemasaran
  • Memudahkan konsumen memahami bentuk rumah dengan cepat
  • Mempresentasikan kepada  orang banyak tentang bentuk, ukuran dan lain nya
Pembuatan Maket

Sebuah maket digunakan sebagai representasi dari keadaaan sebenarnya menuju keadaan yang akan diciptakan. Jika dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan maket, maka dalam bahasa Inggris sering disebut dengan mockup.

Jenis-Jenis Maket 3D

Ada banyak jenis maket 3D, misalnya: maket arsitektur, maket mekanikal, maket struktural, maket simulasi, maket diorama,dan lain-lain. Sedangkan judul maketnya sendiri tergantung dari nama proyek yang sedang dikerjakan. Baik itu gedung, rumah tinggal, pabrik, pelabuhan, dan lain sebagainya.


Bahan untuk Pembuatan Maket 3D

Bahan-bahan maketpun beragam jenisnya ada yang dari kayu, kertas, tanah liat, dan sebagainya. Bahan disesuaikan dan juga berpengaruh pada hasil akhir yang diinginkan.

Jasa Pembuatan Maket

Misalnya ingin membuat maket rumah bisa menggunakan bahan dari triplek, kayu, kawat dan alat-alat lainnya.

 Bagaimana cara membuat Maket Miniatur 3D? Bagi anda yang berkecimpung di dunia arsitektur dan interior, pasti anda pernah melihat miniatur sebuah rumah yang berukuran kecil. Miniatur tersebut dibuat begitu apik dengan memperhatikan segala detailnya. Itulah yang dinamakan dengan maket bangunan.

Proses pembuatan maket bangunan sebenarnya tidak terlalu sulit. Faktor yang paling penting ialah ketelitian anda dalam menghitung skala, kekreatifan untuk membentuk maket, dan keuletan dalam membuat detail yang jelas. Biayanya pun tidak begitu mahal. Malahan anda justru bisa memanfaatkan barang-barang bekas seperti kardus, plastik, serbuk gergaji, dan kain perca.

Cara Pembuatan Maket 3D

Bagaimana cara Pembuatan Maket Miniatur 3D bangunan yang tepat? Catat panduan langkah-langkahnya berikut ini!


1. Siapkan Alat dan Bahan yang Utama

Alat-alat dasar yang dibutuhkan dalam pembuatan maket di antaranya pensil, penghapus, penggaris, buku catatan, dan meteran. Sedangkan bahan utama yang dipakai bisa disesuaikan dengan keinginan misalnya kayu tripleks, gabus stereofoam, papan partikel, kertas kardus, atau kertas karton. Jadi, alat pemotong dan lem perekat yang digunakan pun disesuaikan dengan bahan utama yang dipakai dalam pembuatan maket bangunan ini. Misalnya bila anda menggunakan bahan berupa kayu tripleks, maka alat pemotong yang dipakai adalah gergaji kecil dan perekat dari lem kayu.

2. Temukan Ide Kreatif untuk Bahan Tambahan

Bahan-bahan tambahan dimanfaatkan untuk memperindah tampilan rumah secara visual. Contohnya rumput dibikin dari serbuk gergaji yang dicat hijau, potongan karpet, atau kain beludru berkelir hijau. Untuk pembuatan ornamen air coba manfaatkan kertas berwarna biru yang ditaburi gula pasir agar mengkilap, lalu ditutup dengan plastik sebagai penahan. Pintu dan jendela bisa dihadirkan dari lembaran mika atau plastik yang cukup tebal. Sedangkan untuk atap rumah, anda bisa menciptakannya dari susunan sendok/stick es krim atau ijuk dan ilalang.

3. Hitung Skala Bangunan dengan Benar

Penghitungan skala bangunan ini merupakan langkah yang paling menentukan dalam keberhasilan pembuatan maket. Kesalahan sedikit saja dalam menghitung dan mengubah ukuran sesuai skala akan merusak keaslian maket tersebut. Tipsnya adalah anda harus menghitung ukuran bangunan yang sebenarnya sampai ke satuan milimeter. Gunakan juga skala 1:100 untuk memudahkan anda dalam mengubah ukuran bangunan sebenarnya ke ukuran bangunan pada maket. Tidak hanya luas bangunan, anda juga perlu menghitung ketinggian dinding dan derajat kemiringan atap. Catat ukuran-ukuran yang didapat lalu tuliskan pada keterangan denah bangunan yang dibuat.

4. Pembuatan Sketsa Bangunan

Dengan berpedoman pada keterangan ukuran-ukuran yang telah dihitung pada langkah sebelumnya, anda bisa membuat sketsa maket bangunan secara tepat. Sekali lagi kami ingatkan untuk tetap berpedoman pada catatan ukuran dan hindari kebiasaan mengira-ngira. Setiap garis juga wajib dibuat sesuai wujud aslinya, apakah tegak lurus atau melengkung. Setelah denah selesai dibuat, selanjutnya potonglah sesuai dengan pola. Gunakan alat pemotong yang benar-benar tajam supaya hasil kerjanya lebih rapi. Lakukan pemotongan ini sampai pola-pola maket yang sudah digambar terpotong seluruhnya.

5. Penyambungan Pola-pola Maket 3D

Ini dia langkah yang paling mengasyikkan yakni menyambungkan pola-pola maket layaknya bermain puzle menggunakan lem perekat. Disarankan memakai beragam jenis lem kayu sesuai peruntukannya sehingga potongan-potongan pola tersebut gampang direkatkan. Jangan lupa juga ya untuk menempelkan lembaran mika sebagai pintu dan jendela. Kerjakan langkah kelima ini hingga seluruh potongan pola terpasang dan maket bangunan pun tampak sesuai dengan bangunan yang sesungguhnya.

6. Finishing untuk Menyempurnakan Keindahan Pembuatan Maket 3D

Tahap terakhir adalah menyempurnakan tampilan maket bangunan dengan menambahkan finishing berupa pernak-pernik dan cat berwarna-warni. Tambahkan juga ornamen-ornamen penghias seperti tanaman, rerumputan, dan sebagainya. Kalau perlu anda bisa menambahkan pula beberapa lampu untuk memainkan aspek pencahayaan sehingga maket terlihat bersinar. Ingat wujud maket wajib sesuai dengan kondisi bangunan pada kenyataannya. Jangan pernah membuat kolam di depan maket jika bangunan asli tidak dilengkapi dengan kolam. Begitupun jika maket terletak di tepi jalan raya, sebaiknya anda buat juga ilustrasi jalan tersebut untuk meningkatkan daya tarik calon pembeli rumah.


Jasa Pembuatan Maket 3D
Nah, saat ini kami menerima jasa pembuatan maket 3D baik untuk pembuatan maket arsitektural rumah dan denah rumah, perumahan berupa siteplan, apartemen, dan juga 3 D komputer.


Untuk harga dan spesifikasi teknis lainnya, silakan hubungi :

Sofhal Jamil
Telp./SMS/WA : 0813-1622-5758
email : sofhal.jamil@gmail.com
Website : http://maketminiatur3d.sofhaljamil.com/

(Belajar Bisnis Online)

Artikel Terkait

Previous
Next Post »